[vc_row][vc_column][vc_column_text]

“Menyingkap Kematian Covid-19 yang Tak Tercatat”

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][crocal_single_image image=”1361″][crocal_empty_space height_multiplier=”2x”][vc_column_text]1. Latar Belakang

Pendataan yang akurat dan transparan, termasuk data tentang kematian, merupakan kunci penanganan pandemi Covid-19. Data tentang jumlah kematian mengindikasikan besaran skala pandemi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi panduan agar orang meninggal dengan gejala diduga Covid-19 juga dimasukkan sebagai korban pandemi, selain juga yang telah terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan molekuler. Namun di Indonesia, definisi kematian akibat Covid-19 masih dibatasi hanya kepada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Padahal, keterbatasan kemampuan pemeriksaan dan pencatatan yang tidak lengkap menyebabkan jumlah kematian yang dilaporkan mungkin masih lebih kecil dibandingkan dengan angka sesungguhnya.

2. Program Kolaborasi Riset dan Peliputan COVID-19

Eijkman Oxford Clinical Research Unit, Laporcovid-19 dan The Conversation Indonesia bekerja sama menyelenggarakan Program Kolaborasi Riset dan Peliputan bagi jurnalis yang mendalami soal Covid-19. Tujuan program ini adalah:

a) Mengumpulkan secara sistematik informasi dan data terkait dengan jumlah dan distribusi kematian yang berkaitan dengan COVID-19.
b) Menganalisis data dan situasi COVID-19 menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
c) Meningkatkan pengalaman dan kapasitas jurnalis di Indonesia terkait liputan Covid-19 yang lebih mendalam (news analysis atau in-depth reporting) dengan pendekatan jurnalisme data.

3. Deskripsi Program

Program Kolaborasi Riset dan Pelipuran COVID-19 ini fokus kepada liputan “under reporting” kematian akibat Covid-19 dan implikasinya terhadap masyarakat. Program ini ditujukan kepada jurnalis yang bekerja untuk platform online atau cetak. Setiap peserta program akan mendapatkan pelatihan dan mentoring dari jurnalis senior dan juga saintis dalam hal pengumpulan data, analisis, dan penulisan. Durasi program selama 10 bulan (Juni 2020 – Maret 2021).

4. Kriteria Pelamar

    1. Jurnalis dari media cetak dan online (tetap, kontributor, freelance), dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.
    2. Memiliki wilayah liputan di salah satu kota berikut yaitu Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Lombok.
    3. Mendapat dukungan dari pemimpin redaksi dari media bersangkutan untuk mempublikasikan karya jurnalistik selama program peliputan. Dukungan dibuktikan dengan adanya surat dari pemimpin redaksi yang dkirim ke tim mentor.
    4. Mengirimkan dokumen aplikasi paling lambat 22 Juni 2020 jam 23.59 WIB ke email: [email protected], yaitu:
      · CV, foto copy kartu pers, foto copy KTP dan foto diri terbaru
      · Contoh hasil tulisan yang pernah di terbitkan dalam 2 tahun terakhir (lampirkan bukti terbit)
      · Satu esai dengan topik “Identifikasi Masalah Pencatatan Kematian Akibat COVID-19” (minimal 400 kata, spasi 1,5, jenis huruf/font times new roman ukuran 12).
      · Term of Reference (TOR) rencana liputan sepanjang minimal 200 kata yang sesuai dengan topik ini.

5. Perekrutan

Tim mentor jurnalis, saintis dari Eijkman Oxford Clinical Research Unit, Laporcovid-19 dan The Conversation Indonesia akan memilih masing-masing satu orang peserta untuk setiap wilayah liputan. Peserta yang terpilih akan dihubungi oleh tim mentor.

6. Hak dan Kewajiban Peserta Program

Hak Peserta Program

    • Setiap peserta akan mendapatkan biaya pendukung penggalian informasi dan data per bulan sebesar Rp 2.750.000 selama 10 bulan. Di akhir program, peserta yang menyelesaikan laporan liputan akhir akan mendapatkan tambahan Rp 2.500.000, sehingga total dukungan yang diberikan selama program sebesar Rp 30.000.000 untuk tiap peserta.
    • Mendapatkan sertifikat Program dari EOCRU, LaporCovid dan The Conversation Indonesia.

Kewajiban Peserta Program

    • Bersedia mengikuti rangkaian kegiatan Program Kolaborasi Riset dan Peliputan yang telah disusun oleh tim mentor.
    • Mengikuti seluruh pelatihan metodologi riset dan sosialisasi instrumen pengumpulan data yang diselenggarakan secara daring.
    • Melakukan kegiatan pengumpulan data, dan informasi tentang kematian akibat Covid-19, dokumentasi (foto/video) serta transkrip wawancara narasumber mengenai perkembangan kasus kematian Covid-19 di daerahnya masing-masing.
    • Mengirimkan data, dokumentasi dan laporan secara daring kepada pusat data LaporCovid-19/EOCRU secara reguler.
    • Menyusun laporan dan mempublikasi hasil laporan mendalam baik selama program ataupun di akhir program. Publikasi baru bisa dilakukan jika laporannya telah disetujui oleh tim mentor.
    • Memasukkan hasil temuan ke dalam tulisan di media masing-masing.
    • Peserta menyetujui karya liputannya juga dipublikasikan di website Laporcovid19.org.
    • Jika suatu saat dibutuhkan, bersedia menjadi narasumber diskusi dan publikasi data dan informasi terkait program kolaborasi ini.

Kontak tim:
Email: [email protected][/vc_column_text][/vc_column][vc_column][/vc_column][/vc_row]

Website | + posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *