Data Kematian COVID-19 di Indonesia Masih Ruwet

TEMUAN

Data Kematian COVID-19 di Indonesia Masih Ruwet

 

Lebih dari setahun pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Sekitar 1,6 juta orang terpapar. Namun, data kasus kematian akibat virus tak kasat mata ini masih gaib. Selain tidak diperbaharui di sejumlah daerah, data kematian COVID-19 di pemerintah daerah dengan pusat juga masih timpang.

Tim Relawan LaporData LaporCovid19 menemukan angka kematian positif COVID-19 mencapai 47.642 jiwa hingga Rabu (28/4/2021). Itu pun masih ada 12 provinsi yang belum memperbaharui datanya karena situsnya bermasalah. Pemerintah pusat sendiri merilis 45.116 kasus kematian per Kamis (29/4/2021). Artinya, terdapat perbedaan hingga 2.526 kasus kematian yang dicatatkan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Jumlah Kematian positif COVID-19 Tingkat Provinsi

Dari 33 provinsi, tujuh provinsi tercatat dengan jumlah kematian akibat COVID-19 lebih dari 1.000 jiwa. Peringkat teratas masih dipegang oleh Jawa Tengah sebesar 11.794 kasus, Jawa Timur (10.654 kasus), DKI Jakarta (6.690 jiwa), Jawa Barat (3.692 kasus), Kalimantan Timur (1.624 orang), Banten (1.201 kasus), dan Riau (1.049). Ketujuh provinsi ini mewakili 77% kematian positif COVID-19 di Indonesia. Lihat grafik berikut.

 

Jumlah kasus kematian ini bisa lebih besar jika pemerintah mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memasukkan kasus probable (memiliki gejala COVID-19 tetapi belum sempat menjalani tes) sebagai kasus kematian COVID-19. Tim LaporCovid19 mencatat kasus probable mencapai 10.156 jiwa. Artinya, total kematian akibat COVID-19 di Indonesia mencapai 57.798 orang.

Itu pun baru enam provinsi yang menyajikan data kasus probable secara detail. Daerah itu adalah DKI Jakarta sebesar 6.858 kasus, Jatim (1.477 kasus), Jabar (1.451 kasus), Sulawesi Selatan (222 kasus), Nusa Tenggara (93 kasus), dan Banten (55 kasus). Proporsi kasus kematian probable di Banten dan Sulawesi Selatan mencapai lebih dari 90% dari kasus probabel. Artinya, mayoritas kasus probable pada kedua provinsi ini berujung kematian.

Perbedaan Data Kematian Pemerintah Pusat dan Daerah

Perbedaan data kematian di pemerintah daerah dengan pusat menunjukkan pemerintah belum serius menyajikan informasi update penanganan COVID-19 kepada publik. Jangan sampai ada upaya menyembunyikan data kematian akibat COVID-19 di tengah peningkatan kasus di Indonesia hingga beberapa negara, seperti India.

Dalam pengamatan tim, sejumlah daerah berpotensi mengalami lonjakan kasus positif aktif COVID-19. Berikut ini adalah 51 dari 514 kota kabupaten dengan jumlah kasus positif aktif terbanyak dan masih menjalani isolasi. Ingat, pandemi COVID-19 belum usai.

Ranking Provinsi Kabupaten/Kota Jumlah Positif Aktif
1 Papua Barat Manokwari 2.371
2 Riau Kota Pekanbaru 1.797
3 Jawa Barat Kota Depok 1.715
4 Dki Jakarta Kota Jakarta Timur 1.662
5 Dki Jakarta Kota Jakarta Selatan 1.486
6 Sulawesi Utara Kota Manado 1.461
7 Papua Kota Jayapura 1.415
8 Daerah Istimewa Yogyakarta Sleman 1.204
9 Dki Jakarta Kota Jakarta Barat 923
10 Jawa Barat Bandung 905
11 Dki Jakarta Kota Jakarta Utara 843
12 Kalimantan Selatan Kota Banjarmasin 803
13 Daerah Istimewa Yogyakarta Bantul 796
14 Sumatera Barat Kota Padang 788
15 Jawa Barat Subang 770
16 Jawa Barat Kota Bandung 755
17 Kalimantan Tengah Kota Palangka Raya 754
18 Sumatera Selatan Kota Palembang 744
19 Sulawesi Tengah Kota Palu 670
20 Sumatera Utara Kota Medan 669
21 Jawa Barat Garut 630
22 Jawa Tengah Brebes 622
23 Jawa Barat Cianjur 599
24 Jawa Barat Bandung Barat 592
25 Jawa Barat Kota Bogor 587
26 Jawa Barat Kuningan 580
27 Sumatera Utara Deli Serdang 554
28 Maluku Utara Kota Tidore Kepulauan 534
29 Jawa Barat Bekasi 523
30 Maluku Utara Pulau Morotai 518
31 Maluku Utara Pulau Morotai 518
32 Dki Jakarta Kota Jakarta Pusat 501
33 Jawa Barat Indramayu 495
34 Riau Kota Dumai 487
35 Jawa Barat Cirebon 481
36 Jawa Tengah Banyumas 476
37 Bali Kota Denpasar 475
38 Jawa Tengah Cilacap 474
39 Jawa Barat Kota Bekasi 474
40 Papua Mimika 450
41 Jawa Barat Kota Cirebon 447
42 Kalimantan Timur Kota Balikpapan 444
43 Kepulauan Riau Kota Batam 436
44 Daerah Istimewa Yogyakarta Kulon Progo 404
45 Papua Biak Numfor 376
46 Kepulauan Bangka Belitung Kota Pangkal Pinang 371
47 Jawa Tengah Semarang 369
48 Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta 368
49 Nusa Tenggara Barat Kota Mataram 366
50 Kalimantan Timur Kutai Barat 366
51 Jawa Barat Purwakarta 363

 

Data COVID-19 Masih Tidak Transparan

Persoalan data kematian COVID-19 ini sudah berlarut-larut lebih dari setahun. LaporCovid19 sudah mencoba beraudiensi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada 28 April 2021. Namun, Menkes tidak berkenan dan tidak memberikan disposisi. Padahal, data COVID-19 harus transparan. Menutupi data COVID-19 sama saja menghambat perang melawan pandemi.

 

 

Siaran pers ini dapat diunduh melalui tautan berikut