Sila Ke-6 : Catatan Kritis Dua Tahun Pandemi

Sila Ke-6 : Catatan Kritis Dua Tahun Pandemi

Oleh Koalisi Untuk Keadilan Akses Kesehatan

Perjalanan dua tahun pandemi di Indonesia telah mengisahkan banyak cerita duka yang dialami oleh masyarakat. Ratusan ribu di antara kita ditinggalkan oleh orang terkasih. Kebanyakan di antara kita bertahan di tengah kondisi sulit secara ekonomi, sosial, apalagi ancaman Covid-19. Hanya pemerintah yang memiliki otoritas untuk hadir, membantu dan melindungi masyarakat dalam situasi krisis. Namun kenyataannya justru berbeda.

Selama badai pandemi Covid-19, LaporCovid-19 bersama dengan ICW, YLBHI, LBH Jakarta, Lokataru dan Transparency International Indonesia (TII), dan banyak sekali lembaga yang aktif dalam Koalisi untuk Akses Keadilan Kesehatan hadir untuk menampung, meneruskan, mengadvokasikan keluhan dan ketidakadilan yang dialami banyak warga. Kisah-kisah tersebut termasuk di antaranya tentang sulitnya mencari rumah sakit, pembebanan biaya RS, bantuan sosial yang dikorupsi, kriminalisasi aktivis pembela HAM dan berbagai persoalan lainnya.

Acara ini mengajak penonton untuk mengunjungi miniatur suasana bed Rumah Sakit satu tahun lalu, membaca suara rakyat yang dilayangkan melalui kanal chatbot warga LaporCovid-19, membayangkan perihnya dana bansos yang justru dikorupsi Menteri, melihat jejak kuatnya suara pengusaha, dan mengenang para tenaga kesehatan yang mempertaruhkan nyawanya demi kehidupan orang lain.